Welcome in My Blog

Study philosophy of science and mathematics

Senin, 28 Desember 2020

Pemanfaatan Google Meet dalam Pembelajaran Daring


Latar Belakang

Sejak bulan Maret 2020 kegiatan belajar mengajar mengalami perubahan drastis. Pembelajaran yang biasanya dilakukan di sekolah melalui tatap muka langsung antara guru dan siswa sejak saat itu dihentikan. Penyebab perubahan tersebut yaitu semakin mengganasnya penyeberan virus corona. Pembejaran daring (dalam jaringan) merupakan pilihan agar Pendidikan tetap berjalan.

Banyak platform menawarkan untuk digunakan dalam pembelajaran jarak jauh tersebut diantaranya rumah belajar, media sosial, Microsoft office 365, google classroom dan lain-lain. Penggunaan aplikasi belajar yang diterapka di masing-masing sekolah tidak harus sama. Dalam satu sekolah terdapat beberapa aplikasi yang digunakan guru dalam mengajar. Namun ada juga guru yang menggunakan hanya satu aplikasi karena beberapa faktor penyebab salah satunya adalah penguasaan tekhnologi Informasi (TI) yang masih kurang.

Selama diberlakukannya sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) antusias siswa dalam mengikuti pelajaran nampak semakin hari semakin berkurang. Hal itu terlihat dari semakin berkurangnya siswa yang mengisi form daftar hadir dan yang mengumpul tugas dari guru. Salah satu penyebabnya karena kurang bervariasinya metode/aplikasi pembelajaran yang digunakan guru. Siswa terlihat merasa jenuh dan kurang bersemangat dalam mengikuti pembelajaran daring,.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, melalui Video Conferense (Vicon) dengan aplikasi daring google meet diharapkan dapat menumbuhkan kembali semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran.

 

Deskripsi Aksi Nyata

Beberapa hal dilakukan dalam melaksanakan aksi nyata ini yaitu :

1.      Mengidentifikasi penyebab semakin berkurangnya siswa yang mengikuti pembelajaran daring;

2.      Menentukan metode/aplikasi pembelajaran yang diduga dapat memotivasi siswa untuk mengikuti pembelajaran daring;

3.      Menjadwalkan pembelajaran daring dengan menggunakan google meet;

4.      Melaksanakan pembelajaran daring dengan menggunakan google meet.

 

Aksi nyata pemanfaatan google meet ini dilakukan karena:

1.      Sejak awal diberlakukan PJJ dengan sistem daring, kebanyakan guru hanya menggunakan media sosial (medsos) sebagai sarana pembelajaran;

2.      Siswa merasa jenuh karena kurang bervariasinya metode pembelajaran daring yang dilakukan guru;

3.      Aplikasi google meet mempunyai durasi penggunaan tanpa batas (unlimited) sehingga tidak khawatir terputus saat pembelajaran karena kehabisan waktu;

4.      Aplikasi google meet dapat dimanfaatkan secara gratis dengan mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku sebelum menggunakannya.

 

Hasil Pelaksanaan Aksi Nyata

Pelaksanaan aksi nyata pemanfaatan google meet dalam pembelajaran daring ini boleh dikatakan berhasil karena kehadiran siswa bertambah bila dibandingan dengan pembelajaran mengggunakan medsos atau google classroom.

 

Pembelajaran yang didapat

Pembelajaran yang diperoleh dari pelaksanaan aksi nyata ini adalah sebagai berikut:

1.      Tingkat kehadiran siswa dalam mengikuti pembelajaran daring meningkat bila dibandingan pembelajaran sebelumnya;

2.      Siswa dan guru harus menyiapkan kuota internet sebelum mengikuti pembelajaran;

3.      Kualitas jaringan sangat mempengaruhi pelaksanaan aksi nyata ini.

  

Rencana perbaikan di masa mendatang

Selain menggunakan aplikasi google meet, pelaksanaan selanjutnya akan menggunakan fasilitas lain dari google yang juga mendukung pembelajaran daring seperti penggunakan papan tulis digital google Jamboard dan lain-lain.

 

Dokumentasi Pelaksanaan Aksi Nyata





Selasa, 19 November 2013

PROSEDUR DAN FUNGSI

     Setiap bahasa pemrograman selalu menyediakan fungsi-fungsi yang sudah didefinisikan oleh bahasa pemrograman tersebut (built-in function). Namun ada kalanya kita memerlukan suatu prosedur tertentu yang kita gunakan berulang kali dan tidak tersedia dalam built-in function. 
      Prosedur adalah sekumpulan perintah yang merupakan bagian dari program yang lebih besar yang berfungsi mengerjakan suatu tugas tertentu. Prosedur atau kadang disebut subrutin/subprogram biasanya relative independent terhadap bagian kode program yang lain. Atau sebenarnya prosedur dapat berdiri sendiri. 
Keuntungan menggunakan prosedur adalah : 
 o mengurangi duplikasi kode program. 
 o memberikan kemungkinan penggunaan kembali kode untuk program yang lain. 
 o memecah masalah yang rumit dalam masalah-masalah yang lebih kecil dan lebih mudah diselesaikan. 
 o membuat kode program lebih mudah dibaca. 
 o dapat digunakan untuk menyembunyikan detil program. 
Pada flowchart untuk menuliskan prosedur digunakan notasi Predefined Process. Secara skematis penggunaan prosedur dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Skema penggunaan prosedur. 

Gambar 1. menunjukkan ada proses utama yang terjadi dan ada prosedur yang sebenarnya merupakan bagian dari proses utama ini. Ketika proses utama membutuhkan suatu tugas tertentu maka proses utama akan memanggil prosedur tertentu menyelesaikan tugas tersebut.
Perhatikan contoh berikut:
Buatlah algoritma menghitung luas segitiga, segiempat, dan lingkaran. Penyelesaian: Untuk membuat algoritma ini kita dapat memandang proses perhitungan luas segitiga, luas segiempat dan luas lingkaran sebagai bagian program yang berdiri sendiri. Kita dapat membuat prosedur untuk masing-masing proses. Dan kita akan memanggil prosedur tersebut dari proses utama (Gambar 2).
Gambar 2. Penyelesaian contoh. 
Urutan proses pada Gambar 2 adalah sebagai berikut.
o Pembacaan data
o Pada proses utama akan terjadi pengecekan pada data yang dibaca,
o Apabila data yang dibaca adalah untuk segitiga, maka proses utama akan memanggil prosedur hitung luas segitiga dengan membawa nilai variable yang diperlukan oleh prosedur luas hitung segitga.
o Proses perhitungan luas segitiga hanya dilakukan pada prosedur tersebut.
o Setelah proses perhitungan maka hasil perhitungan akan dibawa kembali ke proses utama untuk dicetak hasilnya. Urutan proses yang sama juga terjadi jika data yang dibaca adalah untuk segiempat atau lingkaran.
Prosedur yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
o Hanya memiliki satu fungsi tujuan (logical inherent). Sebuah prosedur sebaiknya hanya memiliki satu fungsi tujuan dan tidak bercampur dengan tujuan-tujuan lain. Hal ini untuk membuat prosedur lebih focus sehingga tujuan akan dapat tercapai dengan baik.
o Tidak tergantung pada prosedur lain (independent). Sebuah prosedur harusnya bersifat mandiri, artinya prosedur ini dapat berjalan dan diuji tanpa menunggu bagian lainnya selesai. Selain itu variable-variabel yang digunakan dalam prosedur tersebut tidak mempengaruhi variable-variabel yang digunakan pada bagian lain di keseluruhan program.
o Berukuran kecil (small size). Yang dimaksud ukuran disini adalah panjang algoritma atau panjang kode program pada suatu prosedur. Ukuran kecil akan mudah dibaca dan diperbaiki. Apabila sebuah modul sudah terlalu besar maka sebaiknya dipertimbangkan untuk dipecah-pecah menjadi beberapa modul yang lebih kecil.
A. Fungsi-Fungsi SQL
Ada dua tipe dari fungsi-fungsi
1. SingleRow Functions Fungsi-fungsi ini hanya digunakan pada baris-baris tunggal dan mengembalikan satu hasil per baris. Ada tipe-tipe berbeda dari singlerow functions. Pelajaran ini mencakup hal-hal berikut :
• Character (karakter) : Menerima input karakter dan dapat mengembalikan baik nilai-nilai karakter ataupun angka.
• Number (angka) : Menerima masukkan angka dan mengembalikan nilai-nilai angka • Date (tanggal) : Bekerja pada nilai-nilai dari tipe data DATE (semua date functions mengembalikan suatu nilai dari tipe data DATE kecuali fungsi MONTHS_BETWEEN, yang mengembalikan suatu angka.)
• Conversion (konversi) : Mengkonversi suatu nilai dari satu tipe data ke tipe data lainnya.
• General (umum) : (fungsi-fungsi umum) :
o NVL o NVL o 2 o NULLIF o COALESCE o CASE o DECODE o Single Rows Functions Singlerow function digunakan untuk memanipulasi itemi-tem data. Singlerow functions menerima satu atau lebih argumenargumen dan mengembalikan satu nilai untuk setiap baris yang dihasilkan oleh suatu query.
Suatu argumen dapat berupa berikut ini :
• Usersupplied
• constant (Konstanta yang disediakan oleh user)
• Nilai variable
• Nama Kolom
• Ekspresi
Fitur-fitur dari singlerow functions mencakup :
• Aksi pada setiap baris yang dikembalikan di dalam query
• Mengembalikan satu hasil per baris
• Memungkinkan pengembalian suatu nilai data dari suatu tipe berbeda daripada satu yang direferensikan.
• Mungkin menerima satu atau lebih argumentargumen
• Dapat digunakan didalam klausaklausa SELECT, WHERE, dan ORDER BY;dapat disarangkan (nested) 2.
Multiplerow Functions Fungsi-fungsi dapat memanipulasi kelompok dari baris-baris untuk memberi suatu hasil baris-baris per kelompok.
Fungsi-fungsi ini dikenal juga sebagai group functions (dibahas pada pelajaran selanjutnya).
• CaseManipulation Functions
• •LOWER : Konversi mixedcase (bentuk campuran) atau karakterkarakter string huruf besar ke huruf kecil
• •UPPER : Konversi mixedcase atau karakterkarakter string huruf kecil ke huruf besar
• •INITCAP : Konversi huruf pertama setiap kata ke huruf besar dan hurufhuruf selanjunya ke huruf kecil SELECT ‘the job id for ‘||UPPER(last_name)|| ’ is ‘||LOWER(job_id) AS “EMPLOYEE DETAILS” FROM employees;
• Menggunakan Fungsi-Fungsi CaseManipulation Klausa WHERE dapat ditulis ulang dengan cara berikut untuk menghasilkan hasil yang sama : . . . WHERE last_name= ‘ Higgins’ Nama pada output muncul seperti nama itu disimpan di dalam database.
Untuk menampilkan nama dimana hanya huruf pertama dalam bentuk huruf besar, gunakan fungsi UPPER pada pernyataan SELECT. SELECT employee_id, UPPER (last_name), department_id FROM employees WHERE INITCAP(last_name) = ‘Higgins’;
• Fungsi-Fungsi CharacterManipulation
• CONCAT : Menggabungkan bersama nilai-nilai ( Anda dibatasi untuk menggunakan dua parameter pada CONCAT.)
• •SUBSTR : Memotong suatu rangkaian dari panjang tertentu
LENGTH : Menampilkan panjang dari suatu rangkaian sebagai suatu nilai numeric
INSTR : Menemukan posisi numerik dari suatu karakter nama
LPAD : Mengisi nilai karakter rightjustified (perataan kanan)
RPAD : Mengisi nilai karakter leftjustified(perataan kiri)
TRIM : Memotong karakter-karakter bagian awal atau bagian akhir (atau keduaduanya) dari suatu rangkaian karakter ( jika trim_character atau trim_source adalah suatu karakter literal, Anda harus mengapitnya didalam tanda petik tunggal.)
• Menggunakan Fungsi-Fungsi CharacterManipulation. SELECT employee_id, CONCAT (first_name, last_name) NAME, LENGTH (last_name), INSTR (last_name, ‘a’) “Contains ‘a’?” FROM employees WHERE SUBSTR (last_name, 1,1) = ‘n’;
• Fungsi ROUND Fungsi ROUND membulatkan kolom, ekspresi, atau nilai posisi ken decimal dan dapat juga digunakan dengan date function (fungsi-fungsi tanggal).
• DUAL Table DUAL table secara umum digunakan untuk melengkapi sintak klausa SELECT, sebab baik klausa SELECT dan klausa FROM mandatory (bersifat perintah) , dan beberapa perhitungan-perhitungan tidak perlu memilih dari Table-tabel aktual.
• Fungsi TRUNC Fungsi TRUNC memotong kolom, ekspresi, atau nilai posisi ken Decimal dan bekerja dengan argumentargumen yang sama untuk fungsi ROUND.
• Fungsi MOD MOD function akan menemukan suatu sisa dari argumen pertama dibagi dengan argumen kedua.
• Format Tanggal Oracle Database Oracle menyimpan tanggal-tanggal dalam suatu format angka sendiri, yang menunjukkan abad, tahun, bulan, hari, jam, menit, dan detik. Tampilan default dan format inputan untuk setiap tanggal adalah DDMONRR.
• Fungsi SYSDATE SYSDATE adalah fungsi tanggal yang mengembalikan tanggal dan waktu server database saat ini. Contoh Menampilkan tanggal saat ini menggunakan tabel DUAL. SELECT SYSDATE FROM DUAL;
• Dates Functions
• •MONTHS_BETWEEN (date1, date2) : Mencari jumlah bulan diantara date1 dan date2. Hasilnya bisa jadi positif atau negatif. Jika date1 lebih awal daripada date2, hasilnya adalah positif ; jika date1 lebih awal daripada date2, hasilnya adalah negatif . Sebagian dari hasil bukan bilangan bulat (noninteger) menunjukkan suatu bagian dari bulan.
ADD_MONTHS (date, n) : Menambahkan n jumlah suatu bulan kalender ke date. Nilai dari n harus bilangan bulat (integer) dan bisa negatif.
NEXT_DATE (date, ’char’) : (‘char’) setelah date menemukan suatu tanggal dari suatu hari tertentu pada suatu minggu. Nilai dari char bisa angka yang mewakili suatu hari atau suatu karakter string. LAST_DAY (date) : Mencari hari terakhir dari suatu tanggal dalam suatu bulan yang berisi date. ROUND (date[,’fmt’] ) : Mengembalikan pembulatan date ke suatu unit yang ditentukan oleh model format fmt. Jika model format fmt dihilangkan, date dibulatkan ke hari terdekat. TRUNC (date[,’fmt’] ) : Mengembalikan date dengan bagian suatu waktu dari suatu hari yang dipotong ke unit yang ditentukan oleh model format fmt.
• Menggunakan Fungsi NVL Untuk menghitung kompensasi tahunan dari semua pegawai, Anda membutuhkan perkalian antara penghasilan bulanan dengan 12 kemudian menambah prosentase komisi kepada hasil : SELECT last_name, salary, commission_pct, (salary*12) + (salary*12*commission_pct) AN_SAL FROM employees;
• Menggunakan Fungsi NVL2 Fungsi NVL2 memeriksa ekspresi pertama. Jika ekspresi pertama bukan null, maka fungsi NVL2 mengembalikan ekspresi kedua. Jika ekspresi pertama null, maka ekspresi ketiga yang akan dikembalikan. Sintak NVL (expr1, expr2, expr3) Dalam sintak : •expr1 adalah nilai atau ekspresi asal yang mungkin berisi null.
•expr2 adalah nilai yang dikembalikan jika expr1 bukan null. •expr3 adalah nilai yang dikembalikan jika expr1 adalah null.
• Penggunaan Fungsi NULLIF Fungsi NULLIF membandingkan dua ekspresi. Jika sama, fungsi akan mengembalikan null. Jika tidak sama, fungsi akan mengembalikan ekspresi pertama. Anda tidak dapat menyebutkan literal NULL sebagai ekspresi pertama. Sintak NULLIF(expr1, expr2) Dalam sintak :
•expr1 adalah nilai asal yang dibandingkan dengan expr2.
•expr2 adalah nilai asal yang dibandingkan dengan expr1 (Jika tidak sama dengan expr1, maka expr1 yang dikembalikan).
• Menggunakan Fungsi COALESCE
Fungsi COALESCE mengembalikan ekspresi bukan null (nonnull) yang pertama yang terdapat dalam daftar. Sintak COALESCE (epr1, expr2,…exprn) Dalam sintak: expr1 mengembalikan ekspresi expr1 jika ia bukan null.
• •expr2 mengembalikan ekspresi expr2 jika ekspresi pertama null dan ekspresi expr2 bukan null.
• •exprn mengembalikan ekspresi exprn jika ekspresiekspresi sebelumnya null. Semua ekspresi harus bertipe data sama.
• Ekspresi-Ekspresi Kondisional Dua metode yang digunakan untuk implementasi pemrosesan kondisi (logika IF_THEN_ELSE) dalam pernyataan SQL adalah ekspresi CASE dan fungsi DECODE.
• Ekspresi CASE Ekspresi CASE mengijinkan Anda untuk menggunakan logika IFTHENELSE dalam pernyataan SQL tanpa meminta prosedurprosedur. Dalam ekspresi CASE sederhana, server Oracle mencari pasangan WHEN . . . THEN pertama dimana expr adalah sama dengan comparison_expr dan mengembalikan return_expr.
• Fungsi DECODE Fungsi DECODE mengkodekan suatu ekspresi dalam suatu cara yang sama dengan logika IFTHENELSE yang digunakan dalam beragam bahasa. Fungsi DECODE mengkodekan expression setelah membandingkannya dengan setiap nilai search. Jika ekspresi sama dengan search, result akan dikembalikan.

Senin, 07 Oktober 2013

SQL Tingkat Lanjut 1

Fungsi-fungsi dalam SQL 1) Fungsi Agregaris/Agregates  AVG : Menghitung rata-rata dari suatu kolom tertentu yang telah didefinisikan dalam perintah select. Sintak : SELECT AVG nama_kolom FROM nama_tabel Contohnya: SELECT AVG (SKS) FROM Mata_kuliah  COUNT : Untuk menghitung jumlah baris dalam tabel Sintak : SELECT COUNT nama_kolom FROM nama_tabel Contoh : SELECT COUNT (*) FROM mahasiswa SELECT COUNT (SKS) FROM Mata_kuliah  MAX : Untuk mengetahui nilai terbesar dari sebuah kolom tertentu dalam perintah select Sintak : SELECT MAX (SKS) FROM Mata_kuliah  MIN : Untuk mengetahui nilai terkecil dari sebuah kolom tertentu dalam perintah select Sintak : SELECT MIN nama_kolom FROM nama_tabel Contoh : SELECT MIN (SKS) FROM Mata_kuliah  SUM : Untuk menjumlah suatu kolom tertentu yang telah didefinisikan dalam perintah select. Sintak : SELECT SUM (nama_kolom)FROM nama_tabel Contoh : SELECT SUM (SKS) From Mata_kuliah 2) Fungsi Waktu  GETDATE : Untuk menampilkan tanggal sekarang Contoh : SELECT GATEDATE()  DATEADD : Untuk menambah jumlah hari ,tanggal atau tahun yang ditentukan Sintak : DATEADD(datepart,jumlah,tanggal) Contoh : SELECT DATEADD(day,10,getdate()) SELECT DATEADD(Month,10,getdate()) SELECT DATEADD(year,10,getdate())  DATEDIFF : Untuk mengetahui rentan waktu (bias hari,bulan,tahun) Sintak : DATEDIFF (datepart,tanggal_awal,tanggal_akhir) Contoh : SELECT DATEDIFF(month,’01/01/2007’,’01/01/2008)  DATENAME : Untuk menampilkan nama hari,bulan atau tahun Sintak : DATENAME(detepart,tanggal) Contoh : SELECT DATENAME(month.getdate()) AS’Bulan sekarang’ 3) Fungsi Aritmatika  SQRT : Untuk mencari akar dari nilai tertentu. Contoh : SELECT SQRT (100)  CEILING : Untuk pembulatan ke atas dari angka decimal Contoh : SELECT CEILING(25.25) Keterangan : Akan menghasilkan nilai 26  FLOOR : Untuk pembulatan ke bawah dari angka decimal Contoh : SELECT FLOOR (25.25) Keterangan : Akan menghasilkan nilai 25 4) Fungsi Karakter  LOWER dan UPPER LOWER mengubah huruf besar ke huruf kecil UPPER mengubah huruf kecil ke huruf besar Contoh : SELECT LOWER (nama)FROM mahasiswa SELECT UPPER(nama)FROM mahasiswa  LEN : Untuk menghitung jumlah karakter Contoh : SELECT nama,LEN(nama)FROM mahasiswa  LTRIM dan RTRIM LTRIM memotong karakter spasi di kiri string RTRIM memotong karakter spasi di kanan string Contoh : SELECT LTRIM (‘Sistem Basis Data’) SELECT RTRIM (‘Sistem Basis Data‘) Keterangan : Akan menghasilkan “Sistem Basis Data”  SUBSTRING : Mengambil beberapa karakter dari sebuah deretan string Contoh : SELECT SUBSTRING(‘Sistem Basis Data’,8,5) Keterangan : Mengambil string dari karakter ke8 sebanyak 5 karakter Hasilnya adalah “Basis”  LEFT dan RIGHT LEFT mengambil beberapa karakter dari kiri RIGHT mengambil beberapa karakter dari kanan Contoh : SELECT LEFT(‘Sistem Basis Data’,6) Keterangan : mengambil setring sebanyak 6 karakter dari sebelah kiri. Hasilnya adalah “system” PREDIKAT COMPARISON Perbandingan dua nilai dengan syarat type data yang dibandingkan harus sama = ‘‘sama dengan’’ <> ’’tidak sama dengan” < ”lebih kecil” > “lebih besar” <= “lebih kecil dan sama dengan” >= “lebih besar dan sama dengan” BETWEEN Perbandingan untuk mengecak apakah suatu nilai berada dalam range tertentu atau tidak Syntax :…..BETWEEN……AND…..NOT BETWEEN….AND…. Contoh ; Menampilkan data nilai pada range 80 dan 100 SELECT * FROM Nilai WHERE NI_Angka BETWEEN 80 AND 100 IN In digunakan untuk melakukan pengecekan apakah suatu nilai tersebut dalam suatu himpunan. Syntax :IN(..) IN SELECT…. Contoh ; SELECT * FROM pelajar a WHERE a.No_Induk IN(SELECT b.No_Induk FROM nilai b); LIKE/NOT LIKE Untuk membandingkandata dengan pola / struktur tertentu, untuk satu karakter dipakai ( _ ) dan string ( %) Syntax : …..Like …..NOT Like Contoh ; SELECT *FROM pelajar WHERE nama LIKE ‘We%’; IS NULL/IS NOT NULL Untuk membandingkan suatu nilai dengan null Syntax :..IS NULL ..IS NOT NULL Contoh ; SELECT * FROM pelajar WHERE kelas IS NULL EXIST Digunakan untuk pengecekan apakah suatu query memiliki suatu hasil atau tidak. Syntax :…….WHERE EXIST (SELECT…) Contoh : SELECT * FROM pelajar a WHERE EXIST(SELECT b.No_Induk FROM nilai bWHERE a.No_Induk = b.No_Induk); Data Definition Language (DDL) Tabel dalam data Base adalah komponen utama yang membentuk database itu sendiri. Baris (Row) dan kolom (Column) mengidentifikasikan data (Record). Cara untuk mengatur dan memanipulasi data pada database dilakukan dengan bantuan interuksi SQL seperti SELECT, INSERT, UPDATE, DELETE. Intruksi untuk membuat ,mengubah,dan mennghapus table dilakukan melalui DDL yaitu dengan CREATE TABEL, ALTER TABEL, DROP TABEL. Tipe Data yang digunakan SQL Sever Char(n) Mendefinisikan string sepanjang n karakter.Bila n tidak didefinisikan maka panjang karakter adalah 1. Varchar(n) Mendefinisikan setring sepanjang variable n. Binary(n) Untuk menyimpan bit patter seperti heksadecimal. Contoh: 0x0fa9008e Datetime Mendefinisikan tanggal,menyimpan tahun,bulan,hari jam,menit,detik dan seperseribu detik(milliseconds).nilai tanggal sampai dengan 31 desember 9999 Text Menyimpan text sampai dengan2 GB.Text disebut juga dengan binary large objects(BLOBs) Image Mendefinisikan binary data untuk menyimpan image seperti GIF,JPG,TIFF,dll Money Bilangan pecahan dengan 4 angka di belakang koma,Digunakan untuk perhitungan moneter Smallint Sama dengan int,membutuhkan 50% memory yang di tempati int Int Mendefinisikan integer, bilangan bulat yang menampung angka sebanyak 4 byte Float(n) Mendefinisikan angka pecahan (floating point).Nilai n adalah jumlah angka yang dapat di tampung sysname Real(n) Sama dengan float namun mempunyai memory 50% dari float Small datetime Sama dengan datetime hanya dengan presisilebih kecil dimana satuan waktu terkecil adalah menit dan nilai tanggal sampai dengan6 juni 2079 Numeric(n,p) Mendefinisikan angka pecahan baik fixed decimal ataupun floating point.Nilai n adalah jumlah Bytestotal dan p adalah presisi angka di belakang koma.Numeric analog dengan DECIMAL(n,p) Unicode character String Unicode adalah karakter internasional yang menampung 16 bit per karakter.Unicode digunakan oleh bahasa non latin,misalnya Jepang, Jerman, Thai, dll. Untuk melihat semua type data yang ada dalam Ms.SQL Server adalah dengan menggunakan perintah stored procedure sp_datatype_info. Mendefinisikan data baru. Type data yang digunakan dari type data yang sudah ada. Syntax secara umum untuk membuat tipe data baru : USE nama_database SP ADDTYPE nama tipe data baru,tipe data SQL Syntax secara umum untuk menghapus tipe data baru USE nbama-database SP DROPTYPE nama tipe data baru Perintah-perintah yang berhubungan dengan table : INTRUKSI KETERANGAN CREATE TABEL : Membuat Tabel SP_COLUMN : Memeriksa struktur suatu table ALTER TABEL : Mengubah struktur table DROP TABEL : Menghapus table SELECT : Memilih Query table INSERT : Menyisipkan baris data ke table UPDATE : Mengubah data pada table DELETE : Menghapus data pada suatu tabel Membuat Tabel Syntax : CREATE TABEL nama-tabel(nama_field1 tipedata batasan, nama_field2 tipedata batasan,…..) Batasan (constraint)= yang mengikat atribut apakah sebagai Primary Key .Fpreign Key, Unique, Not Null,dll. Melihat struktur Tabel Syntax : sp_columns nama table; Memodifikasi dan menambah field pada tabel Memodifikasi sebuah field pada tabel Syntax : ALTER TABEL nama_tabel ALTER COLUMN nama_field tipe_data(panjang) constraint Menambah sebuah field pada table Syntax : ALTER TABEL nama_tabel ADD nama_field _baru tipe_data(panjang)constraint Menghapus tabel Syntax : DROP TABEL nama_tabel Integritas data Integritas data adalah kebenaran data yang disimpan. integritas data tetap di jaga melalui beberapa cara antara lain :  Validasi field secara individual  Varifikasi satu field melalui field yang lainnya  Validasi data dari satu table ke table lainnya  Verifikasi bahwa transaksi berjalan secara sukses dari awal sampai akhir Beberapa jenis integritas data 1) Integritas Entitas Dalam table setiap harus mempunyai identitas yang unik yang disebut dengan Primary Key. Hubungan antara primary key dan foregn key menyatakan apakah sebuah baris table dapat diubah atau dihapus. Batasan :  PRYMARY KEY  UNIQUE KEY  UNIQUE INDEX  IDENTITY 2) Integritas Domain Menyatakan bahwa nilai data sesuai dengan kenyataannya.system dalam hal ini melakukan CHECK sesuai dengan aturan (rule)yang berlaku. Batasan dan implementasi : - DEFAULT - CHECK - FOREIGN KEY - Tipe data, default, rules 3) Integritas Refrensial Menyetakan relasi antara table bahwa hubungan foreign key dengan primary key.sebuah foreign key tidak dapat dimasukan kedalam sebuah table bila primary key tidak atau belum ada. Batasan dan implementasi : - CHECK - FOREIGN KEY - TRIGGERS DAN STORE PROCEDURE 4) Integritas melalui aturan yang didefinisikan sendiri Sesuai dengan aturan logika dan bisnis yang ada maka pemakai dapat menetapkan batasan dan aturan dari data yang disimpan. Batasan dan implementasi : -Batasan melalui table dan kolom pada saat pembuatan table -FOREIGN KEY -TRIGGERS DAN STORE PROCEDURE PRIMARY KEY Primary Key constraint untuk menjaga integritas data Syntax : Membuat Primary Key CREATE TABEL nama_tabel (nama_field tipedata CONSTRAINT pk_namatabel PRIMARY KEY,..) UNIQUE UNIQUE digunakan untuk menjamin bahwa nilaikolom adalah tunggal tidak mempunyai duplikat. Primary Key dan Unique keduanya adalah kunci kata yang mempunyai arti yang sama. CHECK CHECK digunakan untuk menjamin bahwa nilai kolom adalah dalam ruang niali tertentu.Misalnya nilai mata kuliah dibatasi tidak boleh melebihi nilai 100. Operator logika AND,OR.dan NOT dapat disertakan dalam pembuatan batasan ini. FOREIGN KEY FOREIGN KEY adalah kolom pada sebuah tabel yang menunjukan bahwa kolom tersebut adalah primary key pada tabel lain.

Rabu, 11 September 2013

Wellcome

Ass wr wb, Selamat bergabung di blog ini bagi siswa/siswi SMK Kintap. blog ini merupakan sarana pembelajaran online salah satu mata pelajaran yaitu pembuatan web statis jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)kelas XI semester 1 (ganjil). Ikuti terus postingan terbaru blog ini dan berikan komentar secara santun. Sukses selalu untuk kita semua. Waslm wr wb.

Sabtu, 30 Maret 2013

Tripel Phytagoras

Tripel Pythagoras secara umum dibagi menjadi dua, yaitu tripel Pythagoras primitive dan tripel Pythagoras biasa. Bedanya, tripel Pythagoras primitive bilangan-bilangannya hanya mempunyai satu faktor persekutuan, sedangkan bilangan-bilangan tripel Pythagoras biasa, mempunyai lebih dari satu faktor persekutuan. Hal ini karena bilangan-bilangan tripel Phytagoras biasa adalah hasil penggandaan dari tripel Phytagoras primitive. Tripel Phytagoras Primitive (3,4,5) (7,24,25) (8,15,17) (12,35,37) (33,56,65) Tripel Phytagoras Biasa (6,8,10), (9,12,15), (12,16,20), (15,20,25) (14,48,50), (21,72,75), (28,96,100), (35,120,125) (16,30,34), (24,45,51), (32,60,68), (40,75,85) (24,70,74), (36,105,111), (48,140,144), (60,175,185) (66,12,130), (99,168,195), (132,224,260)

Kamis, 07 April 2011

PROBLEM BASED LEARNING (PBL)

A. Pengertian PBL
Ada beberapa definisi dan intepretasi terhadap Problem Based Learning (PBL). Menurut Duch (1995), Problem Based Learning (PBL) adalah metode pendidikan yang medorong siswa untuk mengenal cara belajar dan bekerjasama dalam kelompok untuk mencari penyelesaian masalah-masalah di dunia nyata. Simulasi masalah digunakan untuk mengaktifkan keingintahuan siswa sebelum mulai mempelajari suatu subyek. PBL menyiapkan siswa untuk berpikir secara kritis dan analitis, serta mampu untuk mendapatkan dan menggunakan secara tepat sumber-sumber pembelajaran.
PBL adalah metode belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru (Suradijono, 2004). Atau menurut Boud & Felleti (1991, dalam Saptono, 2003) menyatakan bahwa Problem based learning is a way of constructing and teaching course using problem as a stimulus and focus on student activity..
Berdasarkan kajian dari berbagai sumber di atas, dapat disimpulkan bahwa PBL merupakan suatu metode pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai fokus utama pembelajaran untuk melatih siswa berpikir kritis dan memiliki kemampuan menyelesaikan suatu masalah serta memperoleh pengetahuan baru. Karakteristik utama dari masalah dalam PBL adalah ill-structured problem.

B. Sejarah PBL
Program inovatif PBL pertama kali diperkenalkan oleh Faculty of Health Sciences of McMaster University di Kanada pada tahun 1966. Yang menjadi ciri khas dari pelaksanaan PBL di mcmaster adalah filosofi pendidikan yang berorientasi pada masyarakat, terfokus pada manusia, melalui pendekatan antar cabang ilmu pengetahuan dan belajar berdasar masalah.
Kemudian pada tahun 1976, Maastricht Faculty of Medicine di Belanda menyusul sebagai institusi pendidikan kedokteran kedua yang mengadopsi PBL. Kekhasan pelaksanaan PBL di Maastrich terletak pada konsep tes kemajuan (progress test) dan pengenalan keterampilan medik sejak awal dimulainya program pendidikan. Dalam perkembangannya, PBL telah diadopsi baik secara keseluruhan atau sebagian oleh banyak fakultas kedokteran di dunia.

C. Prinsip-prinsip PBL
Dalam PBL, siswa dituntut bertanggung jawab atas pendidikan yang mereka jalani, serta diarahkan untuk tidak terlalu tergantung pada guru. PBL membentuk siswa mandiri yang dapat melanjutkan proses belajar pada kehidupan dan karir yang akan mereka jalani. Seorang guru lebih berperan sebagai fasilitator atau tutor yang memandu siswa menjalani proses pendidikan. Ketika siswa menjadi lebih cakap dalam menjalani proses belajar PBL, tutor akan berkurang keaktifannya.
Proses belajar PBL dibentuk dari ketidakteraturan dan kompleksnya masalah yang ada di dunia nyata. Hal tersebut digunakan sebagai pendorong bagi siswa untuk belajar mengintegrasikan dan mengorganisasi informasi yang didapat, sehingga nantinya dapat selalu diingat dan diaplikasikan untuk menyelesaikan masalah-masalah yang akan dihadapi. Masalah-masalah yang didesain dalam PBL memberi tantangan pada siswa untuk lebih mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan mampu menyelesaikan masalah secara efektif.

D. Proses dalam PBL
Siswa dihadapkan pada masalah dan mencoba untuk menyelesaikan dengan bekal pengetahuan yang mereka miliki. Pertama-tama mereka mengidentifikasi apa yang harus dipelajari untuk memahami lebih baik permasalahan dan bagaimana cara memecahkannya. Langkah selanjutnya, siswa mulai mencari informasi dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, laporan, informasi online atau bertanya pada pakar yang sesuai dengan bidangnya. Melalui cara ini, belajar dipersonalisasi sesuai dengan kebutuhan dan gaya tiap individu. Setelah mendapatkan informasi, mereka kembali pada masalah dan mengaplikasikan apa yang telah mereka pelajari untuk lebih memahami dan menyelesaikannya. Di akhir proses, siswa melakukan penilaian terhadap dirinya dan memberi kritik mambangun bagi kolega.

Di dalam melaksanakan proses pembelajaran PBL ini, Bridges (1992) dan Charlin (1998) telah menggariskan beberapa ciri-ciri utama yang perlu ada di dalamnya seperti berikut :
1. Pembelajaran berpusat atau bermula dengan masalah.
2. Masalah yang digunakan merupakan masalah dunia sebenarnya yang mungkin akan dihadapi oleh siswa dalam kehidupan mereka di masa depan.
3. Pengetahuan yang diharapkan dicapai oleh siswa semasa proses pembelajaran disusun berdasarkan masalah.
4. Para siswa bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran mereka sendiri

Langkah-langkah pemecahan masalah dalam pembelajaran PBL paling sedikit ada delapan tahapan (Pannen, 2001), yaitu:
1. Mengidentifikasi masalah,
2. Mengumpulkan data,
3. Menganalisis data,
4. Memecahkan masalah berdasarkan pada data yang ada dan menganalisisnya,
5. Memilih cara untuk memecahkan masalah,
6. Merencanakan penerapan pemecahan masalah,
7. Melakukan uji coba terhadap rencana yang ditetapkan, dan
8. Melakukan tindakan (action) untuk memecahkan masalah.